Jumat, 19 Oktober 2012

Mantan Bukan Untuk Dibenci....




Bicara soal mantan, mungkin banyak dari kalian yang punya mantan atau yang sekarang lagi jadi mantan seseorang. Kali ini gue akan bahas tentang mantan atau yang biasa disebut ‘bekas pacar’.

Kemarin ada adik kelas yang curhat ke gue tentang mantannya gitu, dia cerita ke gue tentang sifat mantannya dan di ujung cerita dia bilang ke gue kalau mantannya itu adalah seorang penghianat, suka nyakitin hati cewek. Dia sekarang benci banget sama mantannya itu. Terus gue tanyak ke dia “terus kalau tau dia itu penghianat dan suka nyakitin hati cewek, kenapa kamu tetep mau pacaran sama dia ?”, setelah itu dia gak mau jawab pertanyaan gue itu.

Mungkin bagi beberapa orang, mantan adalah seseorang yang pantas dibenci karena mereka udah nyakitin hati seorang yang pernah disayangi. Tidak sedikit orang yang ninggalin “mantan” pacarnya Cuma gara-gara masalah sepele. Setelah putus pasti udah tidak ada komunikasi lagi meskipun salah satu diantara mereka ada yang bilang gini “meskipun kita udah putus tapi
kita tetap jadi teman dan selalu komunikasi” (KAMPRET !!). Ya mungkin itu yang pernah gue alami.

Setelah putus dan gak ada komunikasi lagi, pasti yang terjadi adalah ’GALAU’. Gue bingung, setelah putus dan ‘katanya’ benci banget sama mantan kenapa harus ada galau ?.  Menurut gue hal seperti itu harusnya gak ada, percuma kan kalau kalian benci sama mantan tapi tetep galau dan mikirin mantan, itu sama aja bullshit. Harusnya kalian itu gak usah mikirin mantan kalian lagi, buat kejadian itu sebagai pelajaran dan intropeksi diri buat kalian !!.

Menurut gue percuma kalau kalian benci sama mantan dan bilang kalau mantan kalian itu dalah seorang penghianat, bajingan atau apalah itu. Ini saatnya buat kalian semua mikir, kalau kalian berpendapat mantan itu adalah seorang bajingan atau penghianat jadi sama aja kalian menghina diri sendiri. Mantan adalah seseorang yang pernah kalian sayangi, selalu dipuji, selalu dilindungi, dan seseorang yang ber-arti dalam hidup kalian tapi, setelah putus kenapa harus ada kata benci ?. Kalau menurut kalian mantan adalah seorang penghianat jadi, kalian itu lebih dari seorang penghianat karena kalian udah tau dia seorang penghianat tapi kalian tetap mau pacaran.

Mungkin ‘galau’ seharusnya tidak pernah terjadi, ketika kita galau pasti merenungi kesalahan apa yang menyebabkan putusnya hubungan, hal itu tambah membuat kita menjadi mudah menangis karena tidak pernah bisa melupakan orang yang ‘pernah’ kita cintai. Sebaiknya kita intropeksi diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Hilangkan rasa benci terhadap mantan kalian. Tunjukkan kalau kalian juga bisa dan lebih baik meskipun tidak ada pasangan, hal itu akan membuat kita ter-arah ke hal yang lebih positif. Jangan pernah menangisi semua hal yang terjadi. Jangan pernah menyesal, penyesalan biasanya hanya menghambat kita dalam segala hal.

Mungkin hal yang seharusnya kalian lakukan adalah, membuktikan bahwa setelah kalian putus jangan jadikan itu beban, jadikan itu sebagai pelajaran untuk menghadapi hari depan, buktikan kepada mantan atau orang yang menyakiti kalian kalau kalian sanggup menjalani hidup tanpa pasangan. Buktikan kalau kalian bisa lebih baik dan jauh lebih baik dari sebelumnya karena dengan cara seperti itu seseorang yang telah ‘menyakiti’ kalian akan merasa menyesal dan mungkin saja pengen balikan lagi.

Pesan gue : Hilangkan rasa benci, hilangkan rasa penyesalan karena hal itu akan menghambat kalian untuk menjadi yang terbaik...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar