Rabu, 14 Maret 2012

Biarkan Waktu yang Akan Menjawab

  Tidak banyak reaksi yang dapat diberikan oleh seorang cowok ketika sedang diputusin pacarnya. Padahal prosesi pemutusan umumnya dimulai dari kalimat sederhana yang keluar dari mulut si cewek "kayaknya mendingan kita temenan aja". Namun kalimat sederhana itu tidak berakhir sederhana. Si cowok kebingungan harus merespons apa.
  Kalau adegan putus ini ada di dalam sinetron bergenre drama. biasanya kamera akan di close-up tepat ke mata si cowok yang melotot. Adegan ini makin diperkecil dengan suara geraman si cowok yang ibarat manusia sudah tiga tahun susah buang air besar. "Mmmmhhh,,, Apaaaahhhh ?!' kamuh mau putussshhh?!"
  Dikehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha gag nangis. Si cowok akan sedapat mungkin stay cool.

   Mungkin hal ini sama apa yang aku rasain waktu itu, beberapa hari yang lalu aku mutusin sang (mantan) pacar karena dia pengen hubungan kita cuma sebatas temen. Kejadian tersebut terjadi beberapa hari yang lalu.

   Pagi itu waktu terasa lebih lambat dari biasanya, waktu istirahat terkadang kita ke kantin bareng, tetapi hari ini berbeda, aku gak liat dia dari atas. Sepulang sekolah aku langsung sms dia, tetapi gak ada jawaban darinya, aku nyoba tanya ke temen-temennya tapi mereka juga gak tau. Sore harinya dia bales sms dari aku, "sory ya aku tadi tidur", dan aku dalam hati berkata "alhamdulillah, tak kirain aja kamu marah". Smsan waktu itu cukup singkat karena aku harus les malam itu., dan aku pun berangkat dalam keadaan agak cemas.
  
     Ternyata hal yang gak pengen terjadi, akhirnya terjadi juga dengan ku. Sepulang les, aku langsung sms dia, dan dia jawab berbeda dengan hari sebelumnya "mlm ndre...", aku pun menjawab dengan agak cemas "lho ? kmu knpa ? marah tha sama aku ?", dia bls "gapapa..". Berbincangan pun terus terjadi sampek dia ngomong kata-kata yang susah dilupakan dan mungkin agak menyakitkan, "kamu gad ada yang salah, aku yang salah... kayak.e aku udah gak bisa bo.ongin ortu ku lagi. aku pun menjawab agak mengeluh "maksudnya ? kamu mau putus ???". "ya mau gimana lagi ? aku harapan satu-satunya, aku gak pengen ngecewa.in ortu ku lagi". Aku langsung syok banget waktu itu, mungkin wajar dia ngomong kayak gitu, dia anak satu-satunya, mungkin aja dia gak pengen banget ngecewain orang tuanya, dengan raut muka kayak orang lagi ngemis aku jawab "yaudah kalo gitu, aku juga gak mau kamu bohong sama ortu mu gara-gara aku. mungkin ini yang terbaik....mulai sekarang kita temen aja.....kita putus" (TIDAAAAAAAK!!!). Dia minta maaf atas semua kesalahannya waktu kita pacaran (padahal aku yang banyak bersalah :'( !!!!!!!!!!). Setelah perbincangan yang cukup menguras tenaga itu (nangis), aku gak bisa tidur, aku malah makan sereal sebanyak mungkin buat ngilangin rasa sedihku ini, tapi tetep gak bisa tidur !!!. Sampek jam 12 malem aku belum bisa tidur, dan pukul 2 pagi aku baru bisa tidur setelah kejadian itu. TIDAAAAAK !!!. Tidur jam 2 dan bangun sekitar jam 5 pagi karena hari itu aku harus berangkat agak pagi, meskipun muales banget, aku harus tetep semangat, tetapi semangat itu seketika hilang karena inget kejadian malam itu.

   Waktu sampek disekolah, wajah ku udah kayak gembel yang habis berjemur di tempat panas selama bertahun-tahun, wajah ku kusut, mata merem melek dan badan yang agak bungkuk. Kegalau.an itu terus berlanjut sampek waktu jam pelajaran dimulai, males banget ngerja.in tugas dari guru. Waktu istirahat udah berubah 180 derajat, yang biasanya nungguin di atas, sekarang jadi tidur di dalam kelas. Sepulang sekolah, aku langsung naek angkot, n gak pilih-pilih agkot kayak biasanya, masuk angkot dan beberapa menit kemudian langsung tertidur dengan pulas di dalam angkot.

   Udah beberapa hari ini ak gak sms dia, kalo sms juga cuma sebentar banget, ak takut ganggu dia lagi. Gak tau deh hari-hari selanjutnya seperti apa. Apakah galau-galauan, gila-gilaan atau bodoh seperti biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar