Sabtu, 27 Oktober 2012

Nikmatnya Ber-Qurban




“Saya Rizky Andriawan alias Andre alias Cungkring melaporkan, bahwa telah tidak ditayangkan lagi film animasi Shoun The Sheep, karena telah terjadi pembunuhan masal di masjid masing-masing dikarenakan pada tanggal 26 Oktober 2012 telah terjadi Idul Adha yang mengorbankan banyak jiwa dari Kambing dan Sapi. Terimakasih, saya Rizky Andriawan turut berduka cita atas kejadian ini, dari Sidoarjo melaporkan”

Dari cuplikan berita ala Rizky Andriawan diatas kalian telah mengerti kalau kali ini gue membahas tentang Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Dalam perayaan kali ini gue punya cerita banyak banget, mulai dari diseruduk sapi gara-gara gue ngerayu sapi sampai mencoba hal gila seperti memegang dan merasakan hangatnya pantat sapi (contoh orang kurang kerjaan). Meskipun gue jarang ikut takbiran, entah mengapa gue seneng ketika ngeliat orang lagi takbiran, mungkin sifat alamiah gue keluar begitu aja saat memandangi wajah tampan seorang Ustad #ups.

Lebaran tahun ini gue secara terpaksa harus mengikuti Sholat Ied di sekolah gue, meskipun males banget di sekolah tapi gue harus tetap semangat karena dorongan dari seseorang yang paling gue cintai (hahahaha..). Sepulang dari sekolah, gue langsung menyaksikan pembunuhan belasan sapi dan puluhan kambing. Saat melihat proses pemotongan seketika hati gue ‘terenyuh’ dan galau, secara gak sengaja
gue melihat tatapan mata dari kambing itu, gue merasakan bagaimana sakit dan mengenaskannya kambing-kambing itu disaat pemotongan terjadi #semoga nyawa kambing tersebut berada disisi-Nya L (galau....)

Waktu gue nongkrong bareng teman-teman, kita berencana untuk membuat sate dari daging kambing dan sapi yang telah dibagikan ataupun diambil secara paksa setelah membunuh ta’mir masjid. Seketika muncul seorang bapak-bapak yang hanya menggunakan kolor menghampiri kami dengan memberikan 3 kantong kresek yang berisi daging sapi (alhamdulillah...). Kemudian kami langsung memotong kecil-kecil daging  tersebut dan dibuat sate. Beberapa menit kemudian bapak-bapak tadi muncul membawa satu kantong kresek agak besar yang isinya hanya torpedo !!!. Dengan hina bapak itu teriak ke arah kami “ini lho ada ‘kontol’ banyak, besar-besar ‘kontol’nya !!”, secara bersamaan kami tertawa karena mendengar perkataan hina dari bapak-bapak koloran tadi.

Setelah melupakan tragedi hina tadi, kami langsung ‘menyunduk’ (memasukkan daging ke sunduk sate), secara terpaksa gue harus mengambil potongan kontol’ tadi dan memasukkannya ke sunduk sate (perih rasanya...). Setelah semuanya selesai kami langsung menghitung semua jumlah sate, ternyata ada 180 sate dan itu lebih dari cukup untuk kita semua. Kami harus bersyukur karena kedatangan dari bapak-bapak ber-kolor hijau meskipun telah mengatakan kata hina dihadapan anak muda seperti kita #glek... (nelen ludah sambil memegang ‘kontol’ kambing).

Setelah shalat jum’at kami mulai untuk membakar semua sate termasuk torpedo yang sudah dibuat sate juga. Saat membakar, datang seorang ibu dari salah satu teman gue, dia bilang gini ke anaknya “ayo, kalau kamu gak bisa ya percuma.. kan udah di training ibu di Madura”, langsung teman gue itu malu karena omongan ibunya itu (hahahaha). Bagi kalian semua yang ingin menjadi tukang sate professional, diharapkan untuk latihan atau training beberapa bulan di kota yang terkenal dengan penjual satenya, yaitu Madura.

Saat bakar-bakar sate, secara tidak sengaja gue merasakan indahnya rasa kebersamaan dan gotong royong yang sangat kuat antar sesama teman, saling bercanda, jail, lucu, semuanya menjadi satu. Semu rasa galau yang sebelumnya ada di gue seakan menghilang begitu saja setelah kedatangan mereka semua, mungkin hanya kebahagiaan bersama sahabat sejati saja yang bisa menghilangkan rasa galau gue. Kalau disuruh memilih antara sahabat atau pacar, mendingan gue milih sahabat karena mereka ‘selalu’ ada buat kita, suka duka bersama.

Setetelah satenya jadi, kami semua langsung memakannya bareng-bareng disertai dengan nikmatnya gule kambing yang telah dibuatkan. Semua nasi yang telah disiapkan habis tanpa ada bekas, sate yang tersisa dibagikan ke tetangga-tetangga yang ada di dekat rumah dan menghabiskan dua galon air mineral (antara lapar dan rakus....). Gue berharap Idul Adha ditahun yang akan mendatang akan lebih seru dan lebih banyak dari tahun sekarang #amin...

Pesan gue : kebersamaan adalah hal terindah dalam hidup kita, jangan sampai hal itu menghilang tanpa bekas. Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang, hanya sahabat dan keluarga yang bisa membuat kebahagiaan itu terasa lebih baik.

1 komentar: